aiodp

Salahsatu tujuan pengembangan organisasi adalah untuk mencapai tatanan organisasi yang kooperatif dan menghilangkan adanya kepentingan pribadi baik individu maupun dalam suatu kelompok. Pernahkah kita membayangkan bagaimana sebuah perusahaan yang dapat survive dengan karyawan yang memiliki motif dan keinginan yang berbeda-beda? Ditambah lagi adanya hasrat untuk bertindak sesuatu yang bertentangan dengan tujuan dari perusahaan itu sendiri. Praktik-praktik tersebut seringkali kita temukan saat ini terjadi di beberapa perusahaan tidak hanya skala kecil tetapi juga perusahaan yang sudah cukup besar dan memiliki prosedur yang telah mengatur segala kegiatannya bahkan selalu menandatangani kepatuhan terhadap GCG.

Di sisi lain, seringkali tindakan yang paling mudah dan dapat dengan cepat diimplementasikan ke dalam perusahaan adalah memberikan reward dan punishment bagi individu maupun kelompok atas capaian mereka terhadap kinerja perusahaan. Misalnya, perusahaan memberikan penghargaan kepada karyawan terbaik setiap bulannya atau bahkan memberikan kritik dan masukan jika kinerjanya di bawah target minimal. Namun, kemudian pertanyaannya adalah apakah cara ini paling efektif diterapkan di suatu perusahaan untuk mengurangi potensi karyawan yang memiliki kepentingan pribadi yang bertentangan dengan visi perusahaan?

Strategi yang lebih efektif dan dapat berkesinambungan adalah merubah budaya dalam hubungan kerja. Budaya perusahaan seperti keterbukaan, kepercayaan dan saling menghargai bisa membantu meningkatkan kinerja karyawan. Misalnya, lingkungan perusahaan terbuka dengan masukan dan saran perbaikan tentu akan membantu percepatan perbaikan kinerja perusahaan juga. Termasuk di dalamnya bagaimana cara perusahaan memberikan pengakuan pada karyawan, baik yang berupa kompensasi finansial maupun non finansial bisa memotivasi karyawan memberikan performa terbaiknya. 

Perusahaan tanpa karyawan tentu tidak sempurna. Karyawan ibarat kerangka yang menyusun perusahaan. Betul bahwa budaya perusahaan digagas oleh founder namun dalam perjalanannya tidak bisa dilepaskan dari interpretasi dan praktik dari masing-masing di individu dalam organisasi, termasuk karyawan. Kebutuhan di sini, tidak terbatas kompensasi secara finansial saja. Hal ini termasuk mendengarkan karyawan dan juga menghargai mereka. Hal-hal kecil yang bisa dilakukan seperti tidak lupa mengucapkan terima kasih, maaf dan tolong. 

Selain itu, bisa juga menunjukkan perhatian di hari-hari penting mereka seperti hari ulang tahun atau anniversary-nya bergabung ke perusahaan. Tidak lupa untuk memberikan dukungan untuk pertumbuhan diri dan karier karyawan juga bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk memperhatikan karyawan. Ketika karyawan tumbuh, di saat yang sama perusahaan juga bisa tumbuh.

Disusun oleh  : Wiradhani Pratama, S.T., M.M., CPOD

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2024 | AIODP - Association Of Indonesian Organization Development Professional

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?